baliprov.org – Operasi SAR (Search and Rescue) untuk mencari korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali hingga hari kelima masih berjalan intens. Kapal penyeberangan yang berangkat dari Jawa Timur menuju Bali tersebut tenggelam pada Rabu malam, 2 Juli 2025.
KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 65 orang (53 penumpang dan 12 kru), plus 22 kendaraan. Kapal hilang kontak sekitar 30 menit setelah berangkat dari Jember, Jawa Timur.
Dari total tersebut: 30 orang selamat, 7 jenazah telah ditemukan (enam awal + tambahan satu jenazah pada hari keempat). 28 korban masih hilang, kemungkinan sebagian terjebak di dalam kapal .
Pada 7 Juli 2025, tim SAR gabungan mendeteksi objek berbentuk kapal di dasar laut Selat Bali menggunakan sonar. Lokasinya diperkirakan berada 1–2 mil laut dari titik tenggelam dengan kedalaman sekitar 40–60 meter. KRI Fanildo dan penyelam TNI AL dilibatkan. KRI Fanildo menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk verifikasi bawah air.
Sedikitnya 34 penyelam profesional siaga dan telah melalui pemeriksaan kesehatan di RSUD Blambangan.
SAR memperluas jangkauan pencarian dan menggunakan drone bawah laut tambahan (Polairud Polda Jatim) serta helikopter dan kapal dari 15 armada SAR. Kondisi cuaca buruk dan arus kuat memperlambat operasi pencarian.
Manifes dan data penumpang yang tidak jelas menyebabkan kebingungan dan kesalahan identifikasi awal, seperti kasus penumpang “Tri Wahyudi” dan “Wahyudi” yang sempat dianggap satu orang. Keluarga korban menunggu dengan harap di Pelabuhan Ketapang, sambil diberi bantuan seperti tikar dan matras. Pemerintah daerah memastikan dukungan logistik dan layanan medis tersedia. Mereka berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan aman.
Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya terus dipercepat dengan metode sonar, ROV, serta keterlibatan penyelam ahli. Meski mengalami kendala cuaca dan kekurangan data manifes, harapan tetap ada agar seluruh korban dapat ditemukan. Fokus SAR kini adalah mengonfirmasi objek kapal dan menjangkau korban yang kemungkinan tersangkut di dalam bangkai kapal.
Baca juga: KMP Agung Samudera XVIII Kandas di Selat Bali: 41 Penumpang Selamat
Untuk berita seputar Bali dan informasi penting lainnya kunjungi Berita Bali
