Oleh: Baliprov Media
baliprov.org – Umat Hindu di Bali memasuki periode penting dalam rangkaian hari raya besar, yaitu Wuku Kuningan. Tepat hari ini, Selasa, 25 November 2025, penanggalan Bali menunjukkan pertemuan antara Saptawara Anggara (Selasa) dan Pancawara Umanis, berada dalam Wuku Kuningan.
Memahami kombinasi penanggalan ini sangat krusial, karena penentuan dewasa ayu (hari baik) dan dewasa ala (hari buruk) sangat bergantung pada kombinasi tersebut. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas tuntas makna hari ini berdasarkan sistem Kalender Bali.
Rincian Penanggalan Bali Hari Ini
| Sistem Penanggalan | Detail | Keterangan Singkat |
| Pancawara | Umanis | Melambangkan manis atau kemakmuran. |
| Saptawara | Anggara (Selasa) | Melambangkan api, energi, dan keberanian. |
| Wuku | Kuningan | Masa di antara Galungan dan Kuningan, fokus pada ngoton dan rerainan. |
Posisi Rerainan (Hari Suci)
Hari ini jatuh setelah Hari Raya Galungan (19 November) dan Pemacekan Agung (24 November). Status ini menempatkan umat pada masa Nyejer atau penghormatan kepada leluhur yang turun ke dunia saat Galungan. Maka dari itu, nuansa peribadatan masih sangat terasa kuat menjelang puncak Kuningan.
- Jadwal Terdekat: Buda Paing Kuningan (26 November) dan Hari Raya Kuningan (29 November).
Dewasa Ayu (Hari Baik): Anggara Umanis Kuningan
Berdasarkan Lontar Sundari Gama dan perhitungan Wariga (ilmu penanggalan Bali), Anggara Umanis Kuningan memiliki sifat-sifat tertentu yang menjadikannya baik atau buruk untuk aktivitas tertentu.
Secara spesifik, berikut adalah kegiatan yang dianjurkan dilakukan hari ini (Dewasa Ayu):
- Agni Agung Doyan Basmi: Hari yang sangat baik untuk memulai pekerjaan yang melibatkan unsur api, seperti pembakaran genteng, bata, gerabah, dan keramik. Ini melambangkan proses pemurnian dan penguatan material.
- Mebanten dan Awig-Awig: Baik untuk membuat peraturan atau Awig-awig di tingkat desa adat, serta baik untuk upacara persembahan (mebanten).
- Membuat Tapel (Topeng): Baik untuk membuat sarana upacara, termasuk topeng sakral, sebab dipercaya akan mendapatkan kekuatan magis.
Dewasa Ala (Hari Buruk): Pantangan yang Wajib Dihindari
Namun demikian, beberapa pantangan wajib ditaati untuk menghindari kesialan atau energi negatif:
- Kala Kutila: Hari yang tidak baik untuk semua jenis pekerjaan yang dianggap penting, terutama untuk memindah rumah atau menanam tumbuhan yang hasilnya diambil buahnya.
- Uncal Balung: Buruk untuk melakukan upacara Pitra Yadnya (Ngaben/Atiwa-tiwa) dan mengubur jenazah, karena dipercaya dapat mendatangkan sakit di keluarga.
- Pantangan Bangunan: Tidak baik untuk memulai pekerjaan besar yang berhubungan dengan struktur bangunan, khususnya pemasangan atap, sebab dikhawatirkan mudah terjadi kebakaran (Anggara Umanis bersifat panas).
Peran Wuku Kuningan
Sebagai tambahan informasi, Wuku Kuningan adalah periode di mana Dewata (Dewa-Dewi) dan Pitara (Leluhur) turun ke bumi untuk menerima bakti dari umatnya. Seluruh kegiatan keagamaan selama periode ini berfokus pada ucapan syukur dan permohonan keselamatan.
Oleh sebab itu, meskipun ada pantangan dewasa ala untuk urusan sekala (duniawi), urusan niskala (spiritual) seperti panca yadnya tetap diutamakan dan baik untuk dilaksanakan, terutama terkait persembahan kepada leluhur.
Baca Juga: Buda Paing Kuningan: Kalender Bali 26 November 2025
Untuk melihat penjelasan lengkap wuku dan dewasa ayu di Tanggal lainnya kunjungi Kalender bali
